Memilih jurusan kuliah yang tepat adalah hal penting untuk setiap calon mahasiswa, walaupun banyak orang yang akhirnya juga memiliki karir atau memiliki profesi yang tidak sesuai dengan jurusannya dulu saat kuliah, tetapi tentunya akan lebih baik jika seorang mahasiswa kuliah pada jurusan yang tepat untuknya, karena jurusan yang baik untuk orang lain, belum tentu baik juga untuk Anda, jangan sampai Anda “kuliah salah jurusan”, karena menurut pengamatan saya saat kuliah atau saat menjadi asisten lab dulu saat di kampus, banyak mahasiswa yang mengalami "kuliah salah jurusan",tentunya hal itu akan mempersulitnya untuk menyelesaikan kuliah dengan baik.
Berikut ini adalah tips langkah-langkah memiih jurusan yang tepat agar kuliah asyik (banget):
1. Memilih jurusan sesuai minat, impian, atau jiwa (passion) kita.
Banyak
orang menganggap kuliah jurusan dokter umum itu sesuatu yang hebat, wah banget,
beruntung, karena dianggap kemungkinan masa depan seorang dokter yang biasanya
selalu baik, sehingga siapapun yang kuliah di situ nantinya akan menjadi orang
sukses. Sayang nya tidak demikian, banyak kasus mahasiswa jurusan dokter umum
yang merasa tersiksa dengan hidupnya karena dia sebenarnya tidak berminat/
tidak suka menjadi dokter, tapi karena paksaan orang tua atau tidak sengaja
masuk, karena saat tes dulu penasaran saja dengan kemampuannya, sehingga itu
dijadikan salah satu pilihan jurusan, dan ternyata masuk. Kasus seperti ini tidak
saja terjadi di jurusan dokter umum tapi juga terjadi di banyak jurusan lain,
meskipun bagi banyak orang itu jurusan favorit. Hal ini biasa disebut dengan
istilah “kuliah salah jurusan”, karena penyebabnya adalah “berada di tempat yang
salah” (baca: kuliah di jurusan yang
tidak sesuai dengan minat).
Oleh
sebab itu, mengetahui minat, bakat atau jiwa (passion) sebelum menentukan pilihan jurusan harus dilakukan.
Jangan sampai yang minatnya elektronika tapi kuliah di bidang pertanian, minat
impian jadi ahli pertanian tapi kuliah di jurusan hukum, jiwa sastra tapi
kuliah di bidang ekonomi, dsb.
2. Mengukur tingkat kemampuan (khususnya daya pikir) diri
sendiri.
Kenapa
yang harus diukur kemampuan (khususnya daya pikir) diri sendiri, karena dengan
melihat kemampuan kecerdasan orang tua, saudara kandung, apalagi berdasarkan
tetangga terdekat, (he…), biasanya tidak selalu valid, walaupun kadang ada
benarnya. Banyak orang dari ibu-bapak guru Matematika tapi kurang pandai dalam
berhitung, atau yang dalam keluarganya banyak yang dokter, belum tentu Anda
mampu untuk jadi dokter. Apa saja yang harus diukur??
a.
Tingkat kemampuan (daya pikir) dalam proses perkuliahan.
Setelah
mengetahui minat, impian, atau jiwa (passion)
yang harus dijadikan patokan dasar dalam memilih jurusan, berikutnya adalah
mencoba mengukur atau mengetahui tingkat daya pikir diri sendiri. Hal ini
penting terkait dengan proses kuliah nanti agar tidak memberatkan saat
menjalaninya. Jika jurusan yang dipilih mengharuskan kuat dalam logika
perhitungan dan fisika, maka akan lebih baik jika Anda memastikan terlebih
dahulu Anda harus kuat, atau paling tidak Anda bertekad sanggup untuk
memahaminya lebih dalam jika diterima di jurusan itu. Jika Anda merasa tidak
sanggup, alangkah baiknya jika memilih jurusan lain yang mirip dan masih sesuai
dengan minat, impian, atau jiwa kita.
Sebagai
contoh, saat menentukan jurusan kuliah S1 dulu, saya mengetahui minat saya
dalam dunia Teknologi Informasi (TI) dan Elektronika. Kemudian saya mencoba
mencari tahu jurusan-jurusan yang berkaitan dengan dua minat saya tersebut,
yakni Teknik Elktro, Elektronika dan Instrumentasi, Teknik Informatika, Sistem
Informasi, Ilmu Komputer, Sistem Komputer, Manajemen Informatika, dll. Kemudian
saya mencoba mencari tahu detil jurusan-jurusan tersebut, khususnya tentang apa
saja yang kemungkinan akan dipelajari. Akhirnya saya putuskan salah satu
jurusan yang saya pilih adalah Sistem Informasi(SI) karena sesuai dengan minat
dan kemampuan daya pikir saya.
b.Tingkat
kemampuan (daya pikir) dalam bersaing saat tes/seleksi.
Setelah
mengetahui jurusan apa saja yang kemungkinan untuk dipilih, selanjutnya adalah
mengetahui tingkat persaingan untuk masuk jurusan-jurusan tersebut pada
beberapa univeristas. Hal ini bisa dilihat dari daya tampung jurusan, dan passing-grade (nilai minimal untuk
lulus). Setiap universitas biasanya
memiliki perbedaan kedua hal tersebut meskipun untuk jurusan yang sama. Hal ini
terkait dengan tingkat akreditasi jurusan, kepopuleran universitas atau
alumninya yang biasanya hal-hal tersebut berbanding lurus dengan jumlah
peminatnya. Jurusan dengan akreditas TOP di universitas TOP tentu memiliki
tingkat persaingan yang berbeda dengan universitas yang tidak terlalu TOP untuk
jurusan yang sama. Untuk itu mengukur kemampuan diri yang dapat dilakukan misal
melalui nilai ujian-ujian kelas, raport, UN, atau try-out menjadi harus dilakukan agar adanya kemungkinan untuk dapat
lulus di jurusan yang diminati.
Mengukur
tingkat kemampuan (daya pikir) dalam bersaing saat tes/seleksi bukan bermaksud
untuk menakut-nakuti untuk memilih jurusan impian pada universitas favorit.
Jika dirasa antara passing grade dan
kemampuan kurang sedikit atau bedanya tidak begitu jauh, jangan ragu untuk
terus maju memilih universitas favorit, tapi tentu harus siap dengan segala konsekuensinya
jika hasilnya diluar harapan. Berdasarkan pengalaman saya dulu, mengukur
kemampuan melalui banyak try-out
merupakan cara terbaik. Dengan mengetahui nilai-nilai try-out, kita bisa memprediksi tingkat kemampuan kita.
3. *Mempertimbangkan Dana yang diperlukan
*Langkah
terakhir ini perlu diperhatikan kususnya bagi Anda yang berasal dari keluarga
yang tidak selalu berkecukupan, seperti penulis, he... Tapi jangan sampai juga langsung dianggap
menjadi batu sandungan jika jurusan yang dipilih memerlukan biaya yang banyak.
Pada
universitas yang berbeda, biaya untuk jurusan yang sama biasanya berbeda. Ada
yang beda jauh, ada yang beda sedikit. Tentunya lebih baik jika mengetahui
informasi biaya yang dibutuhkan saat jauh-jauh sebelum Anda memilih jurusan
pada universitas tertentu. Sehingga bisa didiskusikan dulu dengan keluarga
mengenai hal ini.
Ada
beberapa kasus seseorang sudah ditrerima di jurusan impian di universitas yang
diimpikan, tapi mengundurkan diri setelah mengetahui biaya yang harus disiapkan
diluar jangkauan keluarganya. Jadi, pastikan Anda memiiliki gambaran tentang
biaya yang dibutuhkan untuk jurusan yang dipilih agar bisa merencanakan
langkah-langkah yang harus ditempuh jika diterima disana.
Namun
sekali lagi saya tekankan jangan sampai Anda langsung mundur saat mengetahui
biaya yang diperlukan, karena dengan adanya banyak peluang beasiswa (khususnya
di universitas negeri) baik dari pemerintah seperti beasiswa BBM (untuk
mahasiswa dari keluarga biasa tapi memiiki nilai yang baik), PPA (untuk
mahasiswa dengan nilai TOP, meskipun dari keluarga kaya-raya boleh), Bidik Misi
(saat di kampus dulu, setauku yang penerimanya dikasih LAPTOP, biaya hidup
perbulan, dan tinggal di asrama, GRATIS-TIS-TIS..) maupun dari
perusahaan-perusahaan swasta atau BUMN, Bank, dll. Nah jika Anda serius untuk
mengejar beasiswa, harusnya, paling lama pada tahun kedua saat kuliah Anda
sudah menerima salah satu beasiswa yang ada. Dan itu bisa membantu biaya kuliah
Anda, seperti dulu yang penulis lakukan, he.. Alhamdulillah.
4. Tips terakhir jika masih juga bingung dalam memilih
jurusan atau untuk memantapkan pilihan biar tidak bingung lagi, so serahkan
semuanya pada yang MahaTahu urusan kita, yang tahu terbaik untuk kita. Jadi
berdekat-dekat lah sama Allah subhanahu wa ta’ala agar Dia membimbing hati dan
langkah kita untuk memilih jurusan yang terbaik, InsyaAllah.
Semoga Behasil.
قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ [الزمر:9]
“Katakanlah, apakah sama antara orang yang mengetahui dengan orang yang tidak tahu.” [Az Zumar : 9]
0 komentar:
Post a Comment